October 5, 2016

Note Analisis Disclaimer

  1. Info-Anggaran tidak memproduksi data anggaran, baik data APBN maupun APBD. Info-Anggaran hanya mengkompilasi data/informasi yang disediakan oleh pemerintah sebagai penyedia informasi tersebut.
  2. Dalam menu “Data dan Analisa” beberapa data yang disajikan, jika ada perbedaan dengan data pembanding lainnya. Perbedaan tersebut “mungkin” terjadi akibat pembulatan (misal APBN; nominal dalam miliar rupiah), dan kembali ke point A
  3. Sumber data yang digunakan oleh Info-Anggaran berasal dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu-RI), untuk APBN sumber data dari Nota Keuangan dan Data Pokok APBN, sedangkan APBD bersumber dari kompilasi APBD oleh Dirjen Perimbangan Keuangan (DJPK Kemenkeu-RI), data yang digunakan tersebut telah diverifikasi oleh Seknas FITRA.
  4. Nilai Riil yang dimaksud oleh Info-Anggaran adalah nilai yang dikalikan dengan inflasi nasional dan bertingkat setiap tahunnya dengan data awal 2008.

Analisa Anggaran
Menu Data dan Analisa merupakan dua fitur yang dibuat dalam satu menu utama. Fitur pertama adalah data anggaran yang menyajikan data ringkasan anggaran baik APBN maupun APBD. Sedangkan fitur analisis merupakan perangkat analisis dari data anggaran numerik untuk perbandingan dengan daerah lain dan tren waktu sebelumnya. Analisa ini juga menyediakan hasil tabulasi data dalam bentuk chart dan tabel yang memudahkan visualisasi proses analisa anggaran. Beberapa analisis yang ada dalam perangkat ini, seperti; analisis trend, komposisi/ proporsi, dan analisis ruang fiskal, serta analisis korelasi.

  1. Analisis Trend.
    Analisis trend adalah analisis yang digunakan untuk mengamati kecenderungan data secara menyeluruh pada suatu kurun waktu yang cukup panjang. Trend dapat dipergunakan untuk meramalkan kondisi apa data di masa mendatang, maupun dapat dipergunakan untuk memprediksi data pada suatu waktu dalam kurun waktu tertentu.
  2. Analisis Komposisi.
    Analisis komposisi yang dimaksud Info-Anggaran adalah analisis proporsi, dengan maksud menganalisis bagian (persentase) atas suatu level atau kejadian khusus dari keseluruhan data yang ada.
  3. Ruang Fiskal.
    Ruang Fiskal merupakan salah satu indikator yang dilihat terkait dengan kesehatan keuangan daerah. Indikator ruang fiskal dapat mengetahui seberapa besar ruang fiskal atau keleluasaan yang dimiliki daerah dalam menggunakan dananya secara bebas dalam menentukan prioritas belanja yang akan didanai. Semakin besar rasionya, berarti ruang fiskal atau keleluasaan yang dimiliki daerahdalam menggunakan dananya secara bebas dalam menentukan prioritas belanja yang didanai juga semakin besar. Dalam perhitungan ruang fiskal aplikasi ini menggunakan rumusan dari kementerian keuangan. Dengan formula sebagai berikut:

    Ruang Fiskal = Pendapatan daerah – (DAK + Pendapatan Hibah + Dana Darurat + Dana Penyesuaian) – Belanja Pegawai Persentase = (Ruang Fiskal / Pendapatan daerah) X 100%